Yang Lebih Seram Dari Halloween Ala BPKB-Ku Finance

Tanggal 31 Oktober yang jatuh sebentar lagi identik dengan perayaan Halloween. Atmosfer Halloween pun mulai terasa. Dekorasi di pusat perbelanjaan sudah mulai didominasi dengan suasana menyeramkan. Namun tahukah Anda, ada yang lebih menakutkan dibandingkan nuansa mengerikan Halloween tersebut, yaitu masalah keuangan yang terus menghantui kaum milenial. Yuk, simak ulasan lengkapnya dari BPKB-Ku Finance berikut!

Berbeda dengan generasi dahulu, millennial di masa kini cenderung mengalami masalah keuangan yang lebih beragam. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Seperti kebiasaan, kurangnya literasi keuangan, dan masih banyak lagi. 

Nah, berikut adalah 3 masalah keuangan yang umumnya sering menghantui kaum millennials. Apakah Anda mengalami salah satunya?

Bfi finance adalah

Tekanan Gaya Hidup Konsumtif

Millennials yang tinggal di kota-kota besar terutama umumnya mengalami masalah keuangan ini. Informasi yang didapatkan secara online membuat mereka tak ragu untuk mengeluarkan uang untuk belanja produk fashion, kosmetik, hingga gadget terkini. Ironisnya, banyak milenial yang memaksa untuk menjalani gaya hidup yang tidak sesuai dengan pemasukan. Tak jarang, banyak dari mereka yang terbelit masalah keuangan demi mempertahankan image kehidupan mewah yang ditampilkan.

Supaya Anda tidak mengeluarkan uang secara berlebihan,cobalah untuk mengontrol gaya hidup sesuai dengan isi kantong. Buatlah alokasi pengeluaran dan sesuaikan dengan kebutuhan, bukan keinginan. Ingatlah bahwa masih ada kebutuhan jangka panjang yang lebih penting. 

Bangkrut Karena Slogan “YOLO”

Slogan “You Only Live Once” pastinya sudah tidak asing di telinga Anda. Manfaatkan dan nikmati setiap harinya, karena esok punya kehidupannya sendiri. Namun, menurut perencana keuangan Prita Ghodzie, sejalan dengan slogan YOLO, banyak dari generasi milenial Indonesia yang lebih mengutamakan aktivitas konsumtif jangka pendek ketimbang memikirkan kebutuhan jangka panjang. Akibatnya, malah muncul masalah keuangan seperti tidak mampu beli rumah dan tidak memiliki keadaan darurat. 

Sama seperti poin pertama, membuat pos anggaran pengeluaran merupakan cara untuk mengatasi hal ini agar Anda tidak semakin boros. 

Banyak Hutang Konsumtif

Kesalahan ini juga umum dilakukan oleh para millennials. Baik dalam bentuk pinjaman, paylater, maupun kartu kredit. Hutang konsumtif seperti untuk gaya hidup, wisata, produk fashion, dan lain sebagainya merupakan contoh yang membuat keadaan keuangan mereka menjadi berantakan karena kesulitan melunasi hutang yang ada. 

Kartu kredit bisa jadi alat pembayaran praktis dan meringankan kondisi finansial seseorang berkat layanan cicilannya. Namun, kartu satu ini bagaikan pisau bermata dua. Jika digunakan secara bijak, tentu akan bermanfaat. Sedangkan jika penggunanya tidak bisa menahan godaan konsumtif, kartu kredit bisa-bisa menjadi bumerang yang memicu banyaknya utang.

Tak ada salahnya untuk memanfaatkan pinjaman, asalkan untuk hal yang sifatnya produktif. Misalnya, untuk modal usaha tambahan. Jangan lupa juga memilih layanan pinjaman yang terpercaya seperti BPKB-Ku Finance. Dapatkan bunga ringan dan proses pencairan yang aman untuk berbagai kebutuhan produktif Anda. 

Yuk, ajukan pembiayaan aman dan terpercaya di BPKB-Ku Finance!  

Leave a Comment